Banda Aceh – Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, melepas Emergency Medical Team (EMT) terpadu ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh. Sebanyak 33 tim terpadu diberangkatkan ke sembilan kabupaten/kota terdampak bencana, termasuk Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Tim EMT ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya, serta membawa logistik kesehatan seperti obat-obatan, emergency kit, dan vitamin A. Syakir menekankan bahwa kondisi wilayah terdampak masih sangat membutuhkan dukungan, terutama di sektor kesehatan.
“Dari seluruh daerah yang kami kunjungi, kondisi paling parah terjadi di Aceh Tamiang. Pemerintahannya lumpuh, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, puskesmas hingga desa,” ujar Syakir.
Tim EMT diharapkan dapat mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan dan memberikan dukungan psikologis kepada tenaga medis setempat. Syakir juga mengingatkan pentingnya pemantauan kesehatan di posko pengungsian untuk mencegah munculnya penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyebutkan bahwa tim EMT yang diberangkatkan saat ini merupakan Gelombang III, setelah sebelumnya EMT Gelombang I dan II dikirim ke Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.
(Baihaki)






