Kasus Hilangnya Puluhan Ton Besi Bekas Jembatan Timer, Kades Kelambir Lima Kampung Diminta Bertanggung Jawab

Deli Serdang – Lenyapnya puluhan ton besi bekas bongkaran jembatan Timer di Desa Kelambir Lima Kampung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, telah menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan masyarakat. Kades Kelambir Lima Kampung, Mishan, diminta bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Jembatan Timer (Titi Merah) yang berada di desa tersebut sebelumnya dibongkar oleh Pemkab Deliserdang melalui Dinas SDABMB untuk dibangun kembali menjadi lebih lebar dan kokoh. Namun, besi bekas bongkaran jembatan tersebut kini hilang dan diduga telah dijual.

“Jembatan adalah fasilitas umum, benda materialnya milik negara, termasuk besi bekas bongkaran. Jika besi besi hilang atau dijual harus ada musyawarah dan berita acaranya. Bukan asal jual, emangnya milik nenek moyang seseorang, seenak perut dijual. Itu sama artinya penggelepan, sifatnya pidana,” kata salah satu tokoh masyarakat desa Kelambir Lima Kampung.

Tokoh masyarakat tersebut meminta Aparat Penegah Hukum (APH) untuk memanggil Kades Mishan dan meminta klarifikasi tentang kejadian tersebut. “Periksa dulu Kades setempat Siapa yang mengambil dan menjual. Pasti Kades tau kronologis sebenarnya. Kita minta pihak APH memanggil kades, agar terang menderang, agar masyarakat tau siapa sebenarnya rayab besi itu,” tambahnya.

Dugaaan penjualan besi bekas jembatan Timer tersebut telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 100 juta, jika harga per kilogram besi bekas Rp 5000 dan jumlah besi yang hilang sekitar 20 ton.

Kades Mishan belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi tentang kejadian tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *