Banda Aceh – Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana terus mempercepat pemulihan konektivitas wilayah terdampak bencana di Aceh dengan fokus utama pembangunan dan pemasangan jembatan darurat. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, menyatakan bahwa TNI AD telah mengerahkan puluhan jembatan darurat di berbagai titik terdampak bencana di Aceh, setelah melalui proses survei teknis lapangan secara menyeluruh.
TNI AD menyiapkan tiga jenis jembatan darurat, yaitu jembatan Bailey, jembatan Alpol, dan jembatan perintis/jembatan gantung, untuk memastikan keamanan, kecepatan pemasangan, dan keberlanjutan akses warga. Hingga kini, sekitar 29 jembatan darurat telah disiapkan untuk wilayah Aceh.
Material jembatan dihimpun dari berbagai wilayah di Indonesia, namun proses distribusi logistik menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan stok nasional dan kendala transportasi. Meski demikian, TNI AD tetap bekerja siang dan malam untuk memastikan konektivitas masyarakat segera pulih.
KSAD juga menekankan pentingnya kejelasan mekanisme pendanaan lintas sektor agar keberlanjutan pembangunan jembatan darurat dapat terjaga hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Ke depan, TNI AD bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait menargetkan penyelesaian persoalan konektivitas utama dalam beberapa bulan ke depan. (Jupri)






