Pakpak Bharat, -Dua pelajar SMP N 1 Salak memilih jalur berbeda dalam melanjutkan study mereka. Adalah Zaki Bariqwan Berutu dan Ilfia Rofilah Berasa yang mencoba menempuh study lanjutan di Sekolah berbasis unggulan di luar Daerah. Zaki lulus dan diterima di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Aceh Timur, Provinsi Aceh. Sementara Ilfia lulus dan diterima di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Zaki dan Ilfia adalah pelajar SMP N 1 Salak yang tergabung dalam kelas Role Model, kelas khusus yang dibentuk oleh Kepala SMP N 1 Salak bagi peserta didik melalui skema pencarian bakat akademik.
“Kelas Role Model di SMP Negeri 1 Salak merupakan program unggulan yang dirancang khusus sebagai jembatan strategis bagi siswa untuk meraih pendidikan di berbagai SMA Unggulan, SMA Taruna, maupun sekolah-sekolah bonafit lainnya di tingkat nasional melalui integrasi kurikulum nasional dengan kurikulum pengayaan yang komprehensif. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada akselerasi akademik melalui pendalaman materi tingkat tinggi (HOTS) guna membekali siswa menghadapi ketatnya seleksi masuk sekolah favorit, tetapi juga memberikan perhatian besar pada penguatan ketahanan fisik serta pembinaan mentalitas juara yang disiplin. Dengan memadukan kecerdasan intelektual, kemandirian karakter, dan kesiapan jasmani yang prima, Kelas Role Model berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi di dalam kelas, namun juga memiliki daya saing yang tangguh dan adaptabilitas tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan di lingkungan pendidikan yang kompetitif, jelas Kepala SMP N 1 Salak, tumpak Banurea, S.Th, M.Pd.
Pembentukan MAN Insan Cendekia berawal atas kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi tinggi akan ilmu pengetahuan maupun teknologi dan sejalan dengan keimanan maupun ketakwaan. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie menginisiasi lewat BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) membentuk STEP (Science and Technology Equity Program).Tujuan STEP adalah penyetaraan program ilmu pengetahuan dan teknologi untuk sekolah di lingkungan pesantren. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI mendirikan enam MAN Insan Cendekia yang merupakan replikasi MAN Insan cendekia yang sudah ada yaitu Serpong, Gorontalo dan Jambi.
(FP)






