WASHINGTONn HARIANBASIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyatakan menunda rencana serangan militer terhadap Iran hingga Pemilihan Umum Sela (Midterm Elections) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 3 November 2026 selesai.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump melalui platform media sosial pribadinya, Truth Social, pada Jumat (9/10/2026).”Kami tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum Pemilu Sela,” tulis Trump. Dalam unggahan yang sama, ia menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat saat ini sedang menjalankan “diskusi yang produktif” dengan pemerintah Teheran untuk mencari jalan keluar atas ketegangan yang terjadi.
Sikap yang ditunjukkan Trump ini menandai perubahan arah kebijakan yang cukup mendadak dalam waktu kurang dari 24 jam. Pasalnya, pada Rabu (7/10/2026) malam saat menghadiri reli kampanye, Trump sempat mengungkapkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran bukanlah sesuatu yang benar-benar ingin ia lakukan, bahkan sempat mempertimbangkan untuk memperbarui serangan sebelum pemilu berlangsung.Sinyal eskalasi militer tersebut sempat memicu kepanikan di pasar global.
Harga minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 4 persen hingga menembus angka di atas 104 Dolar AS per barel. Kenaikan ini juga diperparah oleh insiden serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan gangguan produksi minyak di Teluk Meksiko akibat Badai Isaias yang membuat perusahaan besar seperti Shell dan Chevron menutup platform lepas pantai mereka.
Namun setelah pernyataan penundaan serangan tersebut, harga minyak langsung berbalik turun. Pada perdagangan Jumat pagi, minyak Brent tercatat di bawah 91 Dolar AS per barel. Analis menilai pernyataan Trump berhasil meredam premi risiko pasokan yang sebelumnya membayangi pasar energi global.Kendati memutuskan untuk menunda serangan udara atau darat, Trump menegaskan bahwa blokade laut Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap beroperasi secara penuh tanpa pengecualian.
Ia juga kembali menggarisbawahi posisinya bahwa Iran sama sekali tidak akan diizinkan untuk mengembangkan atau memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah masih belum mereda. Berdasarkan laporan AFP pada Jumat (9/10/2026), rangkaian serangan yang diluncurkan oleh militer Israel sepanjang hari di Jalur Gaza menyebabkan tujuh orang tewas, menurut laporan layanan pertahanan sipil Gaza. Serangan pesawat nirawak menyasar sebuah mobil dan tenda pengungsian di lokasi pengungsian warga sipil.
Sementara itu dari kawasan Asia Tengah, Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela konferensi internasional di Avaza, Turkmenistan. Dalam pertemuan tersebut, Putin menyatakan komitmennya untuk membantu mengakhiri perang di Timur Tengah dan siap berkontribusi penuh dalam penyelesaian konflik.”Kami siap melakukan segala daya kami untuk berkontribusi dalam penyelesaian situasi ini,” ujar Putin seperti dikutip dari kantor berita TASS.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena hubungan Rusia dan Iran semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, di mana Iran menjadi salah satu pemasok drone dan persenjataan bagi Moskow.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan penundaan serangan dari Trump maupun pertemuan Putin dan Pezeshkian di Turkmenistan. (HB#)


