Prabowo Bahas Strategi Fiskal di Istana, Harga BBM Subsidi Dijamin Tidak Naik

Nasional0 Dilihat

JAKARTA, HARIANBASIS.COM– Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga 31 Desember 2026. Kepastian ini disampaikan usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Kementerian Keuangan dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membahas strategi fiskal agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat sebagai bantalan (shock absorber) di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto mengatakan, keputusan Presiden menahan harga BBM bersubsidi dinilai tepat untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya nelayan, petani, UMKM dan transportasi.

“Kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa langkah pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi ini sudah tepat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat saat ini. Namun perlu perhitungan fiskal yang terukur agar beban anggaran tetap terkendali,” ujar Seto.

Hingga akhir Kuartal III 2026, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) tercatat mencapai US91,9hinggaUS 112,81 per barel pada September. Angka ini jauh melampaui asumsi APBN 2026 sebesar US70perbarel dan proyeksi akhir tahun US 83 per barel.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan APBN masih mampu menahan gejolak selama harga minyak di bawah US$ 100 per barel.

“Alhamdulillah untuk Indonesia, transmisi kenaikan harga minyak dunia masih bisa diredam oleh buffer APBN kita. Sampai akhir tahun kita masih bisa pertahankan tidak ada perubahan kenaikan harga, terutama BBM bersubsidi,” kata Airlangga.

Saat ini harga Pertalite masih Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter. Kebijakan menahan harga ini sudah ditetapkan sejak April 2026 atas arahan Presiden Prabowo.Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan stok BBM nasional aman di atas standar minimum 18-21 hari dan harga subsidi tidak akan naik.

“Ini bukan pekerjaan gampang, pekerjaan berat itu. Tapi untuk rakyat, kita harus melakukan yang terbaik. Harga BBM subsidi sampai 31 Desember bagaimana caranya kita jaga untuk tidak naik,” tegas Bahlil pada Rakernas HIPPI.

Sebagai strategi jangka menengah, pemerintah menyiapkan percepatan program Biodiesel B50 untuk menekan impor solar, memperkuat ketahanan energi domestik dan menjaga neraca perdagangan.

Pemerintah juga menyiapkan stimulus lain seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk membantu daya beli, tanpa harus melebarkan defisit APBN di atas 3% PDB. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *