Pemerintah Aceh Waspadai Penyebaran TBC dan Campak di Lokasi Pengungsian

Banda Aceh – Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius terhadap potensi peningkatan penyakit menular di lokasi pengungsian pascabencana alam banjir bandang dan longsor. Tuberkulosis (TBC) dan campak menjadi dua penyakit utama yang diwaspadai.

Asisten I Sekda Aceh M. Syakir menyampaikan bahwa berdasarkan data terkini terdapat 9.204 penderita TBC di wilayah terdampak bencana. Kondisi pengungsian yang padat dan mobilitas warga yang tinggi dinilai meningkatkan risiko penularan penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyebutkan bahwa TBC dan campak menjadi ancaman yang harus segera ditanggulangi. Salah satu cara adalah memisahkan tenda pengungsian antara penderita TBC dengan masyarakat umum lain.

Ferdiyus juga menyatakan bahwa keterbatasan air bersih di sejumlah titik pengungsian juga mulai memicu kasus penyakit kulit. Namun, ia memastikan ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penyakit kulit, masih mencukupi.

Sekda Aceh M. Nasir menekankan agar Klaster Kesehatan bekerja cepat dan bersinergi dengan klaster lain, terutama untuk memastikan sanitasi dan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi guna mencegah terjadinya penularan penyakit. (Jufri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *