Malang – Kiprah drg Ivan Drie di dunia kesehatan kini berlanjut ke ruang pengabdian alumni. Direktur RSUD Lawang itu resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) Malang Raya masa khidmat 2025–2026 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IKA Unair 2026 yang digelar di Gedung IAI Malang, Minggu (22/2/2026).
Ivan terpilih setelah melalui proses pemilihan bersama tiga kandidat lain, yakni Dr. Ns. Tri Nurhudi Sasono, M.Kep (Rektor Universitas Kepanjen), Dr. dr. Sri Soenarti (dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya), dan Dr. Muhammad Fathoni (dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya).
Sebelum pemungutan suara, seluruh calon memaparkan visi dan misi di hadapan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unair DR. Indra Nur Fauzi, Ketua Pengurus Wilayah IKA Unair Jawa Timur 2026–2030 dr. Tauhid Islami, SpOG Subsp FKM, serta Ketua Cabang IKA Unair Malang Raya Dr. Mursyidah, Apt., M.Kes.
Berdasarkan hasil muscab, Ivan ditetapkan sebagai ketua terpilih. Berita acara penetapan ditandatangani tiga pimpinan sidang.
Dalam pemaparannya, Ivan menegaskan bahwa kepemimpinan di tubuh IKA bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah.
“Menjadi Ketua IKA Unair bukan tentang posisi, tetapi amanah tanggung jawab untuk menjaga dan membesarkan rumah bersama kita, keluarga besar Alumni Universitas Airlangga,” ujarnya.
Menurutnya, almamater telah membentuk alumninya bukan hanya sebagai profesional, tetapi juga pribadi yang menjunjung integritas, keilmuan, adab, dan pengabdian. Karena itu, ia mengajak alumni untuk kembali memberi makna bagi kampus dan sesama.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Ivan mengusung semangat AKRAB sebagai arah kepemimpinan. AKRAB merupakan akronim dari Aktif Berjejaring, Kolaborasi Nyata, Responsif terhadap anggota, Andil untuk almamater, dan Berbagi Manfaat.
Melalui Aktif Berjejaring, ia ingin menghadirkan ruang temu dan komunikasi yang lebih hidup antarlintas angkatan. Kolaborasi Nyata diarahkan pada kerja sama profesional, usaha, dan pengabdian sosial.
Ia juga menekankan pentingnya organisasi yang Responsif terhadap kebutuhan anggota, terbuka terhadap aspirasi, dan cepat merespons dinamika alumni. Sementara Andil untuk almamater diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan kampus, seperti mentoring, berbagi pengalaman, dan dukungan bagi mahasiswa.
“Tak kalah penting, Berbagi Manfaat. Alumni yang kuat adalah alumni yang peduli, kepada sesama dan kepada masyarakat,” tandasnya.
Ivan meyakini kekuatan IKA Unair bukan terletak pada figur pemimpinnya, melainkan pada soliditas lintas angkatan, lintas profesi, dan lintas generasi. Ia berharap AKRAB tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya organisasi.
“Tentu agar organisasi ini bukan hanya formalitas, tetapi wadah yang benar-benar hidup, akrab, dan berdampak. Saya mohon dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh sahabat alumni,” pungkasnya.
(Din)






