Rupiah Terpuruk ke Level Rp18.000/US$, Terburuk di Asia

Global0 Dilihat

Jakarta, HARIANBASIS.COM – Nilai tukar rupiah harus menelan pil pahit pada penutupan perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda terkoreksi dalam dan menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, Jumat (16/10/2026), rupiah ditutup melemah 0,45% ke posisi Rp18.000/US$. Sepanjang pekan ini, rupiah ambles 0,7% secara point-to-point.

Pelemahan ini membuat rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia, setelah peso Filipina dan dong Vietnam. Berbanding terbalik, rupee India justru menguat paling kencang 1,86% dalam sepekan.

Pengamat menyebut, tekanan terhadap rupiah lebih banyak datang dari sentimen domestik, terutama pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).MSCI membuka konsultasi atas proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Meski belum final, rencana tersebut memicu kekhawatiran investor akan hengkangnya dana asing dari pasar keuangan domestik.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan tekanan juga datang dari sentimen risk-off global yang mendorong permintaan dolar AS.”Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Erwin, Jumat (16/10/2026).BI memastikan akan terus menjaga rupiah agar bergerak sesuai fundamentalnya.

Secara quarter-to-date (QTD), pelemahan rupiah masih terbatas 0,28% dan masih sejalan dengan mata uang kawasan.Ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga dengan cadangan devisa sebesar US$146,3 miliar per akhir September 2026. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *