KHARTOUM, NNCNEWS.ID – Perang saudara Sudan kembali memakan korban sipil dalam jumlah besar. Lebih dari 300 warga dilaporkan tewas setelah dua wilayah di Sudan dihujani serangan drone yang diduga dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).
Laporan dari kelompok pemantau Sudan War Observatory menyebutkan, insiden paling tragis terjadi di Kordofan Barat pada Minggu (19/10).
Sebuah truk yang mengangkut hampir 200 warga yang hendak melayat ke Al-Dabab dihantam drone tepat saat tiba di lokasi. 145 orang di dalam truk tewas seketika, disusul serangan kedua ke tenda pelayat yang menewaskan 5 orang lainnya.Keesokan harinya, Senin (20/10), giliran Pasar Amiet di Abyei yang porak-poranda.
Wilayah sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan itu dibombardir saat pasar dalam kondisi ramai.
Pejabat Abyei, Yohana Akol Ngor, mengkonfirmasi korban tewas melonjak menjadi 153 orang, dengan lebih dari 20 korban luka bakar kritis dilarikan ke RS Ameth Bek oleh tim MSF.
Sekitar 8.000 warga terpaksa mengungsi.Militer Sudan lewat sumber yang dikutip BBC berdalih Pasar Amiet adalah jalur logistik bahan bakar untuk milisi Rapid Support Forces (RSF).
Namun organisasi kemanusiaan menilai alasan tersebut tidak dapat membenarkan serangan ke area padat sipil.Pemerintah Sudan Selatan langsung melayangkan protes keras dan memanggil Dubes Sudan di Juba.
Juba menilai serangan tersebut melanggar status Abyei sebagai wilayah administrasi bersama dan berpotensi menyeret konflik lintas perbatasan.
Hingga kini konflik SAF vs RSF sejak April 2023 telah menjerumuskan Sudan ke dalam krisis pangan terparah di dunia.
PBB mencatat jutaan warga terancam kelaparan, sementara akses bantuan kemanusiaan semakin tertutup akibat intensifnya penggunaan drone tempur dari kedua belah pihak. (#HN)






