9 Hari Jelang Pemilu Israel, Trump: Hanya Bibi yang Bisa Selesaikan

Global0 Dilihat

TEL AVIV, HARIANBASIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memberikan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sembilan hari jelang pemilu parlemen Israel pada 27 Oktober 2026.

Dukungan itu dibarengi sinyal keras untuk kembali menyerang Iran.Lewat unggahan di Truth Social pada Minggu (18/10), Trump menyebut Netanyahu sebagai “Great Warrior Prime Minister” yang kuat, berani dan brilian menghadapi tekanan besar, bahkan dari dalam Israel sendiri.“Bibi Netanyahu telah menjadi Great Warrior Prime Minister, dan mitra yang lebih hebat untuk perdamaian dalam memerangi Republik Islam Iran,” tulis Trump.

Ia mengklaim Iran telah dihancurkan secara militer dan finansial.”Jika Israel memiliki Pemimpin yang salah, siapapun selain Bibi, Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat melakukannya.

Bibi Netanyahu TIDAK AKAN PERNAH mengecewakan Anda!” tegas Trump.Ini menjadi pertama kalinya seorang Presiden AS yang masih menjabat secara terbuka mendukung kandidat di pemilu Israel, seperti dicatat Axios.

Netanyahu langsung membalas di platform X. Ia berterima kasih kepada “sahabat saya Donald” dan menyebut Gedung Putih adalah sahabat terbesar Israel. “Bersama-sama kita akan menyelesaikan misi!” tulis Netanyahu sambil melampirkan video kampanye 35 detik.

Di balik dukungan itu, Times of Israel melaporkan Netanyahu beberapa kali mendesak Trump untuk memulai kembali serangan militer ke Iran sebelum pemilu Israel dan pemilu sela AS pada 3 November.

Trump dilaporkan belum mengambil keputusan final, namun memberi lampu hijau untuk persiapan.“Silakan lanjutkan dan persiapkan,” kata Trump kepada Netanyahu, menurut sumber pejabat AS.

Perang bersama AS-Israel melawan Iran sendiri dimulai sejak 28 Februari 2026 dengan sasaran situs nuklir Iran. Perang itu masih berlanjut dan menjadi isu utama pemilu.Posisi Netanyahu sendiri sedang terancam.

Hasil 4 jajak pendapat besar Maariv, Channel 12, Channel 13 dan Kan News menunjukkan Likud di bawah partai Yashar pimpinan mantan Kepala Staf IDF Gadi Eisenkot.

Yashar diprediksi meraih 52 kursi berbanding 51 kursi koalisi Likud di Knesset 120 kursi. Tidak ada blok yang mencapai 61 kursi mayoritas.

Pesaing Netanyahu, Gadi Eisenkot, menanggapi santai dukungan Trump. “Warga Israel sendiri yang memutuskan siapa pemimpinnya. Saya tidak meminta intervensi dari luar,” kata Eisenkot di Universitas Tel Aviv. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *